2 Pemain PSM Makassar Punya Motivasi Tinggi Permalukan Sang Mantan

Penulis : | Editor : edwin
Bek Tengah PSM Makassar, Abdul Rahman.

Dua Mantan bek andalan Bali United Musin Lalu, Hasyim Kippuw dan Abdul Rahman, memiliki Motivasi tinggi untuk mempermalukan mantan timnya di Stadion I Wayan Dipta, Bali. Saat tuan rumah Bali United akan menantan PSM Makassar, Rabu (11/7/2018) nanti.

Bali United yang akan bertindak sebagai tuan rumah menghadapi PSM Makassar di pekan ke-15 Gojek Liga 1. Para pemain Juku Eja memiliki motivasi lebih. Terutama, dua mantan pemain Bali United, Abdul Rahman dan Hasyim Kipouw

Keduanya siap tempur dalam laga Rabu (11/7/) nanti. Bahkan Abdul Raham akan bermain total untuk skuad Ramang walau dirinya pernah memperkuat Bali United Musim Lalu.

“Saya siap lawan Bali United. Soal motivasi, tidak ada yang spesial. Setiap pertandingan saya selalu punya motivasi tinggi, saya memang mantan pemain Bali United. Itu musim lalu. Sekarang di PSM, jadi total untuk PSM, Terangnya

Berbeda dengan bek sayap PSM Makassar, Hasyim Kippuw. Yang sebelumnya mengalami cedera tendon otot kaki kanan belakang. Membuat dirinya tak memperkuat PSM Makassar saat bersua Persija Jakarta.

Namun, Hasyim Kippuw menyatakan, dirinya telah pulih dari cedera dan siap membela skuad Ramang saat bertemu Bali United. Akan tetapi, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih, apa dirinya akan di turunkan atau tidak.

“Alhamdulillah sudah siap main. Cedera saya sudah pulih. Kalau pelatih pasang lawan Bali United, saya siap. Siap sekali malah,” tegasnya.

Ketika di tanya soal motivasi jelang bertemu dengan mantan klubnya. Dirinya menyatakan memiliki motivasi tinggi mengalahkan Bali United di kandang sendiri.

“Kalau soal motivasi, ya biasa-biasa saja. Bukan karena saya mantan Bali United, kemudian ada motovasi tinggi. Setiap pertandingan saya harus selalu punya motivasi tinggi,” pungkasnya.

Walau demikian, dirinya tetap menganggap bahwa Bali United hanya lawan di lapangan, ketika di luar para pemain adalah kawan.

“Ya, Bali United kalau di dalam lapangan adalah lawan. Kalau di luar lapangan, mereka adalah teman, tuturnya.