Di Pilgub Sulsel, Presisi IPI 0,64% dengan KPU

Hitung cepat Indeks Politica Indonesia (IPI) di Pilgub Sulsel tergolong paling presisi dengan hasil rapat pleno perhitungan suara KPU Sulsel. Gap antara hitung cepat IPI dan realcount KPU hanya 0,64%.

Berdasarkan hitung cepat IPI, pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) keluar sebagai pemenang dengan prediksi suara sebesar 43,23%. Sementara menurut hasil perhitungan suara KPU Sulsel, NA-ASS memperoleh suara sebesar 43,87%. Selisih hitung cepat IPI dengan KPU hanya 0,64%.

Adapun pasangan Nurdin Halid-Abdul Azis Qahhar Mudzakkar (NH-Azis) diprediksi IPI meraup suara sebesar 28,35%. Hasil perhitungan KPU Sulsel, pasangan ini memperoleh suara sebesar 27,32%. Selisih hitung cepat KPU dengan IPI hanya 1,03%.

Sementara pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) diprediksi IPI memperoleh suara sebesar 19,3%. Dan hasil perhitungan KPU Sulsel menetapkan perolehan suara IYL-Cakka sebesar 18,97%. Gap diantara kedua hasil ini hanya sebesar 0,33%.

Terakhir IPI memprediksi melalui hitung cepatnya bahwa pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) hanya akan mendapatkan suara sebesar 9,12%. Sementara hasil hitung KPU sebesar 9,85%. Gap antara hitung cepat IPI dan hasil KPU hanya sebesar 0,73%.

“Alhamdulillah QC (Quick Count) IPI yang selisihnya tidak jauh beda dengan Real Count KPU itu karena metodelogi yang tepat, sampel yang tepat, dan relawan QC bekerja profesional dan maksimal,” ujar Direktur IPI, Suwadi Idris Amir saat ngopi di Cafe IDI Kanrejawa, Makassar, Senin (9/7/2018).

Hitung cepat adalah salah satu cara memprediksi hasil pemilu dengan menjadikan hasil perhitungan suara di sebagian TPS sebagai sampel untuk mewakili seluruh populasi TPS di lokasi dimana pemilu dilaksanakan.

Dalam hitung cepat Pilkada Sulsel, IPI menggunakan sampel 5.999 TPS (35%) dari total 17.140 TPS yang tersebar secara proporsional di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Dengan margin of error +/- 1%. (Hs)

Mungkin Anda juga menyukai