Tangani Banjir, Pemkot Makassar Dapat Dana Hibah 20 M Dari JICA

LiputNews.com – Japan International Cooperation Agency (JICA) menyiapkan dana hibah sebesar Rp 20 Miliar untuk menangani banjir di Kota Makassar. Kerjasama yang telah dijalin sejak tahun 2016 antara Pemerintah Kota Makassar dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) tersebut segera direalisasikan dalam waktu dekat ini.

Staf Ahli JICA Rencana Strategi Pengembangan Infrastruktur, Kerjasma Indonesia-Jepang Ibrahim Djamaluddin  mengatakan, Makassar adalah salah satu kota yang menarik perhatiannya untuk menuntaskan permasalah perkotaan seperti banjir.

PT Yamau untuk menjadikan Makassar sebagai proyek percontohan (pilot project) pembangunan aquapond yakni penampungan air di bawah tanah sebagai salah satu alternatif penanggulangan banjir di kota Makassar.

“Studi kelayakan dilakukan sejak tahun 2016 yang dimulai dari survei lapangan, untuk lokasi mana yang patut dijadikan percontohan dan hasilnya sudah keluar sehingga JICA membantu dengan memberikan dana hibah sekira Rp. 20 Miliar,” ungkapnya, Rabu (25/7/2018).

Kata Ibrahim Djamaluddin, sehingga 2019 mendatang sudah memasuki pembuatan fisik setelah itu 2020 mendatang juga asetnya sudah diserahkan ke Provinsi. “Serah terima asetnya nanti April 2020  ke Provinsi, nah kita melihat nanti bagaimana aktivitas dari sistem ini nanti, kalau memang efektif, bagus untuk penanganan banjir bisa diperlebar lagi di titik lain,” ungkapnya.

Menurut Ibrahim Djamaluddin, adapun jalan yang menjadi pilot project yakni Jalan Urip Sumoharjo tepatnya depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. “Jalan yang dijadikan percontohan yakni depan kantor Gubernur Sul-sel, mengapa? Jalan yang di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan merupakan jalan nasional yang menjadi langganan banjir,” tandasnya.

Adapun size atau ukurannya sambung Ibrahim Djamaluddin yakni lebar 8 meter dan panjang 80 meter, tinggi struktur 2 meter dan kedalaman penggalian bisa sampai 4 meter.

“Panjangnya yakni 80 meter dan lebar 8 meter dan kedalaman bisa 4 meter karena saluran ini ketika sudah selesai akan tertimbun sehingga seperti tidak ada penampungan ada disitu dan bisa kembali dijadikan seperti taman,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Drainase dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) PU Makassar Fuad Azis menegaskan dalam Aquapond tersebut Pemerintah Kota terlibat langsung dalam proses pengendalian dan yang menarik yakni Pemkot Makassar harus terlibat dalam pra konstruksi, konstruksi pasca kontruksi pembangunan Aquapond tersebut.

“Kita (Pemkot Makassar, red) dilibatkan tim teknis dalam proses pengendalian dan yang menarik di sini yakni kita harus terlibat dalam pra konstruksi, konstruksi maupun pasca di pra konstruksi,” ujarnya.

Selain itu, sambung Fuad Azis, peranan Pemerintah Kota Makassar membantu berkoordinasi mulai dari persuratan sampai pelaksanaan. “Kita memberikan bantuan dalam berkoordinasi mulai dari persuratan sampai pelaksanaan tapi sesungguhnya yang punya aset ini diserahkan di PSDA Provinsi nanti, nanti PSDA pengelolaannya bekerjasama dengan kita balai jalan,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai