Komisioner KPU Makassar Dibayangi Sanksi Pemecatan

Penulis : | Editor : bhair

Liputnews.com, MAKASSAR – Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Rabu (8/8/2018) bakal menjadi penentu terhadap perkara kelima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Makassar, Andi Syaifuddin mengaku, saat ini KPU sendiri telah siap dengan segala putusan yang akan dikeluarkan oleh DKPP RI.

“Kami tidak ada persiapan, kami hanya menunggu saja. Upaya persidangannya sudah selesai kemarin,” terangnya, Selasa (7/8/2018).

Komisioner KPU Makassar ini menjelaskan, bahwa KPU sendiri tidak boleh melakukan lobi maupun pendekatan apapun ke DKPP RI. Hal seperti itu akan berujung pada perbehentian lebih cepat dari yang diduga.

“Tidak ada upayanya, kita menunggu hasil keputusan yang diumumkan besok,” jelasnya saat menghadiri rapat koordinasi teknis penyelenggaraan pemilu serentak di Hotel Dinasti.

Syaifuddin mengatakan, hingga kini dirinya hanya mendengarkan informasi tersebut melalui lisan dan belum menerima undangan resminya.

“Kan biasanya itu diundang untuk hadir di pembacaan putusan,” katanya.

Ia menambahkan, akan menyerahkan segala putusan kepada DKPP dan berharap bahwa KPU Makassar telah benar dalam mengambil langkah untuk mengikuti Mahkamah Agung (MA).

“Kalau benar kami masih akan lanjut hingga Desember mendatang. Tapi kalau dianggap keliru, tentunya kami akan diberhentikan,” tutupnya. (ml3/zbr)